Doa dan kasihku untuk Bang Asmara Nababan

Pagi sekitar pukul 09.29 WIB sebuah pesan singkat masuk ke ponselku :

Hi Inggrid – Ini Avi, tadi aku email update keadaan bapak ya 🙂 bapak bilang inggrid sdh spt anak sendiri, dan aku disuruh bilang inggrid jangan menangis lagi, jangan khawatir.

Aviva Nababan, putri bungsu Asmara Nababan, mengirimkan pesan tersebut pada tanggal 20 Oktober 2010. Avi, baru saja kembali dari Guang Zhou, China. Pada tanggal 12 Oktober 2010, ia bersama ibunya mengantar Bang As berobat ke Rumah sakit Fuda Guang Zhou. Sehari sebelum keberangkatannya, aku menangis, mencium pipinya, meminta ia berjanji untuk kembali ke Jakarta.

Bang Asmara Nababan didiagnosa menderita kanker paru – paru diakhir tahun 2009. Beliau menjalani operasi di RS Darmais Desember tahun 2009. Paska Operasi beliau menjalani berbagai cara pengobatan dan konsultasi dokter. Bang As mengalami kemunduran fisiknya ketika tiba di Singapore untuk Medical Check up. Ketika di Singapore ditemukan kankernya telah menyebar ke hati dan otak. Ia kembali ke Jakarta pada tanggal 7 Oktober dan segera dirawat di Rumat Sakit Gading Pluit hingga menjelang keberangkatannya berobat ke Guang Zhou. Pertimbangan ke Guang Zhou, rumah sakitnya memang bagus untuk penyembuhan penderita kanker.

Beberapa kerabat Bang As juga pernah dan sementara dirawat di RS Fuda Guang Zhou tersebut. Sayangnya sesampai di Guang Zhou, ditemukan bahwa paru paru Bang As infeksi dan tergenang air lagi. Jadi sampai saat ini belum ada tindakan yang diambil buat kankernya, menunggu beliau selesai infeksinya. Leucosyt countnya (jumlah sel darah putih, yang meningkat kalau infeksi) adalah 14,000- dan beliau hanya bisa mendapatkan tindakan kalau sudah sampai range 4000-9000.

Bang Asmara Nababan di RS Fuda Guang Zhou tanggal 14 Oktober 2010

Selama perawatan Bang As terus dipompa antibiotik dan obat – obatan untuk hati dan pencernaan. Obatnya berfungsi baik. Spirit Bang As tetap tinggi, beliau semangat dan mampu berkomunikasi dengan baik. Namun pada tanggal 22 Oktober 2010, kondisinya lemah. Beliau kesulitan bernafas, maka segera dimasukan ke ICU untuk mendapatkan alat bantu pernafasan.

Bang Asmara menjalani operasi tanggal 25 Oktober 2010 untuk dibuka pernapasan (mungkin dari leher) agar mempermudah sputum keluar. Dokter memberi keterangan bahwa operasi tersebut dengan bius lokal,untuk membuka saluran dari kerongkongan (leher), kemudian dimasukkan tube / mungkin semacam selang untuk mencegah terjadi infeksi karena respiratory sekarang melalui mulut. Menurut dokter, lamanya penempatan tube itu tergantung kondisi pasien

Paska operasi kondisi Bang As makin menurun, meskipun telah menjalani operasi untuk membuka jalan pernafasan. Dokter hanya memberikan keterangan bahwa harapannya sangat kecil. Dalam kondisi seperti itu kesadaran Bang As masih tinggi. Walau hanya mengangguk, dan mengoreskan jari – jarinya ditangan Bu Magda ia masih bisa diajak komunikasi.

Andhara Resort, 23 Agustus 2008

Kini, senyum Bang As menjadi doaku setiap hari. Berharap beliau, yang telah aku anggap bapakku diberikan pemulihan dan ampunan. Aku dengan caraku akan membantumu bapak, karena aku sayang sama bapak.

1 Komentar (+add yours?)

  1. KonsumenReview.Com
    Des 11, 2010 @ 15:38:11

    Selamat jalan Pak. Semoga Tuhan membalas semua perjuangan dan kebaikan Bapak. Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan meneruskan perjuangan Bapak. Tuhan memberkati.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Arsip

%d blogger menyukai ini: